ketika kumpul dengan teman satu tim. seperti biasa, tak lewat waktu tuk bergosip ria :D. yah, begitulah. sehari-hari saya tak luput dari gosip. kasak-kusuk, bisik-bisik, kabar burung.
“tah va va”, komentar teman. tapi, memang tak tau kenapa, saya selalu dapat lingkungan dan teman yang doyan gosip! eits, atau karena saya-nya yang suka gosip yah?!
haiz, entah. saya tak peduli. pun, apakah kegiatan gosip menggerus produktivitas, saya tak tau. yang saya ngeh, gosip bisa memberi nuansa dalam hidup. lho kok bisa?
benar! gossip, saya rasa, bermanfaat sebagai bahan renungan. misalnya, beberapa hari lalu saya terlibat gosip salah satu aktivis kampus. sebut saja rustam :p (untuk rustam yang aseli -if any-, punten
)
menurut teman -informan- sang aktivis baru saja ‘terpaksa’ lengser dari jabatan yang selama bertahun-tahun dia dambakan. the thing she deserves far since! rusuhnya, pengunduran diri ini ditanggepi adem-ayem oleh sejawatnya. padahal, acara besar yang sekiranya harus segera direalisasikan oleh tim bersangkutan semakin dekat tibanya.
minute to minute. Beberan perihal pengunduran diri yang mendadak nan sepi dramatisasi tersebut luber. merembet hingga menyentil kehidupan sosial sang aktivis.
terus terang, saya terkejut ketika teman saya -sang informan- blak-blakan menyebut sang aktivis, dalam kehidupan sosialnya yang glamour, tidak memiliki seorang pun teman dekat!!
wuiz, nelongso. terpelintir perih manakala hati -eh otak- membayangkan hal serupa, suatu saat saya alami. bagaimana bisa saya melewatkan hari tanpa teman dekat. seseorang yang bisa saya percaya 100%, yang bisa saya ajak bercanda, bisa saya perolok dan tidak marah :p
how can?!
saya termenung. sejenak. satu dua sendok jus alpukat saya isap lamat-lamat. menerawang. “can i live without any close friend? “, bisik dalam hati. hmm, membayangkan saja membuat saya merinding. apalagi mengalami. duh, gusti ojo sampe!
percakapan siang itu membuai saya hingga malam, sedetik menjelang bobo.
terngiang, bagaimana bisa? saya hidup tanpa teman dekat. syukurlah, walau network tak segudang, walau jenius tak sampai setengah hidup, walau bukan selebritis, meski JOMBLO.
in case, i fully realize that i am, here and now, is good. i have close friends. i love them. i love my life. so, i think, once we need to re-evaluate our paradigm. the gossip, is not always junk!
ps: saya terusik dengan macam istilah ’samaran’ gossip. di kampus, ada istilah rapat, diskusi, kajian, dan banyak lagi. saya pernah ikut. unfortunately isi pembicaraan tak jauh beda dari obrolan makan siang. seputar ini-itu. kasak-kusuk, bisik-bisik, kabar burung. halah! :p